Do’a Anak dan Do’a Ibu

Do’a Anak dan Do’a Ibu

Berbakti kepada kedua orang tua tentunya ada banyak cara, dan yang paling mudah adalah dengan cara mendoakannya. 

Dalam berdoa tentunya bisa dengan berbagai cara atau kata sesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing. Karena bunyi doa tentunya tidak mesti harus dalam bahasa tertentu yang penting adalah doa itu dapat dipahami dan dimengerti khususnya oleh si pendoa yang akan disampaikan kepada orang-orang atau siapapun dengan tujuan dari dalam Doanya itu.
 
Dalam berdoa tentunya harus yakin bahwa doa yang disampaikan ini benar-benar sesuai dan sangat dibutuhkan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan doa kita. 
 
Sebagai manusia kita tentunya tidak bisa hanya melakukan aktivitas usaha fisik saja, Ada hal lain yang tidak bisa diabaikan yaitu berdoa. Maka dari itu hal yang terbaik adalah berdoa lalu melakukan usaha-usaha fisik tertentu untuk terciptanya dan terwujudnya Apa yang diharapkan sesuai dengan doa-doanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
 
Bagi seorang anak kepada orang tuanya, dalam cinta dan kasih sayang kepada mereka salah satunya dengan memberikan doa-doa terbaik untuk kesehatan kebahagiaan kedua orang tuanya, karena doa anak kepada orang tuanya tentu merupakan hal yang utama sebagaimana pula karena doa anak kepada orang tuanya tentu merupakan hal yang utama sebagaimana pula doa orang tua kepada anaknya yang memiliki kekuatan pengabulan akan doa tersebut oleh Allah subhanahu wa ta’ala

 
Tentunya ada beberapa cara dan juga Tahapan yang harus dilakukan mulai dari hati yang harus tenang, lalu mengungkapkannya dengan kata-kata yang terbaik ,kata-kata yang penuh dengan harapan bahwa doanya akan dikabulkan dan berikutnya yaitu yakin bahwa doanya tersebut betul-betul doa yang dibutuhkan dan akan segera dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
 
Sesuai sebuah kisah dibawah ini :

Abu Hurairah sahabat Nabi, sangat berbakti kepada ibunya, ia berbuat baik, perawatan menyantuni bocah dengan lemah-lembut.

Ketika Abu Hurairah ra keluar dari rumahnya, lebih dahulu ia berhenti di depan pintu Ibunya dan berkata, “Semoga keselamatan Rahmat dan berkat Allah senantiasa terlimpah kepadamu, wahai ibu.”

Ibunya menjawab, “Semoga keselamatan rahmat dan berkah Allah senantiasa berlimpah kepadamu, hawai anakku.”
Kemudian Abu Hurairah berkata lagi, “semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu sebagaimana engkau telah mendidikku waktu masih kecil.”

Ibunya menjawab Semoga, “Allah melimpahkan rahmatnya kepadamu sebagaimana engkau telah berbuat kepadaku di usia tuaku.”